FaktualSumsel.id, Musi Rawas – Masyarakat Desa Sadar Karya, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, memanfaatkan pelaksanaan Reses Masa Sidang VI DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VIII yang berlangsung pada 3–10 Juli 2026 untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan. Fokus utama yang disampaikan warga mencakup peningkatan infrastruktur jalan, jaringan listrik, sarana ibadah, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, peternakan, UMKM, dan kepemudaan.

Kegiatan reses dipimpin oleh M. Al-Amin, S.Si. selaku Koordinator Reses dari Fraksi Partai Golkar, didampingi H. Toyeb Rakembang, S.Ag. dari Fraksi PAN, Rica Novlianty, S.SIT. dari Fraksi Partai Gerindra, serta Bembi Perdana, S.T. dari Fraksi PKS.
Dalam dialog bersama anggota DPRD, masyarakat menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi kebutuhan paling mendesak. Mereka berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian terhadap sejumlah akses jalan yang hingga kini belum memadai, padahal menjadi jalur penghubung antar desa bahkan antar kecamatan.

Susmita dan Marini, warga Dusun III, mengungkapkan harapan agar pembangunan jalan penghubung Desa Sadar Karya menuju Desa Ebon Jaya dapat segera dilanjutkan. Menurut mereka, jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta memperlancar mobilitas warga antar kecamatan.
Selain itu, keduanya juga mengusulkan pembangunan dan peningkatan sarana ibadah Masjid Nurul Amin di Dusun VII serta pembangunan jalan lingkungan di kawasan tersebut agar akses masyarakat menjadi lebih nyaman dan layak.
Sementara itu, Ratih selaku Ketua Kelompok Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Dusun V menyampaikan bahwa kondisi jalan di wilayahnya masih berupa tanah liat sehingga sangat sulit dilalui, terutama ketika musim hujan. Jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Sadar Karya dengan Desa Benai, Kecamatan Megang Sakti.
“Kami berharap jalan ini dapat segera dibangun menjadi jalan beton atau diaspal karena selama ini hanya dilakukan pengerasan. Padahal jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung antar kecamatan yang setiap hari digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dan beraktivitas,” ungkapnya.
Tak hanya infrastruktur, warga juga menyampaikan berbagai usulan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mereka meminta bantuan bibit sayuran, bibit ayam petelur, bibit sapi Bali, hingga bibit bebek yang dapat dikelola secara berkelompok maupun perorangan guna meningkatkan pendapatan keluarga.
Ratih juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ia mengaku telah menjalankan usaha pembuatan kue basah dan kue kering, namun masih terkendala keterbatasan peralatan produksi.
“Kami berharap ada bantuan berupa mixer berkapasitas besar, oven besar, serta cetakan kue lempit dan semprong agar usaha rumahan yang kami jalankan bisa berkembang, meningkatkan produksi, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Aspirasi lain yang turut disampaikan masyarakat adalah bantuan pupuk untuk perkebunan kelapa sawit, bibit sawit unggul, tambahan modal usaha bagi pelaku usaha kecil, hingga pengembangan peternakan ayam petelur skala rumah tangga yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).
Di bidang kepemudaan, warga berharap adanya perhatian terhadap pembinaan generasi muda melalui penyediaan sarana olahraga, seperti perlengkapan sepak bola dan bola voli. Menurut mereka, kegiatan positif bagi pemuda sangat dibutuhkan agar mampu meningkatkan prestasi sekaligus menghindarkan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Selain itu, masyarakat juga meminta pembangunan drainase dan talud di Dusun IV untuk mengatasi persoalan genangan air, serta penambahan sekitar 15 tiang listrik beserta jaringan kabel agar seluruh kawasan permukiman dapat menikmati akses listrik yang memadai.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Koordinator Reses DPRD Sumsel Dapil VIII M. Al-Amin, S.Si. menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat telah dicatat sebagai bagian dari hasil reses yang nantinya akan dibahas dalam mekanisme perencanaan pembangunan di tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Ia mengatakan, reses merupakan sarana bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sehingga program pembangunan yang diperjuangkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Berbagai usulan yang disampaikan masyarakat Desa Sadar Karya sangat beragam, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan publik, pemberdayaan ekonomi, pertanian, peternakan, hingga pembinaan kepemudaan. Seluruh aspirasi ini akan kami bawa dan perjuangkan sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi serta menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai skala prioritas,” tegas M. Al-Amin.
Melalui kegiatan reses tersebut, masyarakat berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak hanya menjadi catatan administrasi, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga Desa Sadar Karya. (Adv)













