Sumatera Selatan

Reses DPRD Sumsel di Srikaton, Harapan Besar untuk Infrastruktur dan Kesejahteraan Warga

10
×

Reses DPRD Sumsel di Srikaton, Harapan Besar untuk Infrastruktur dan Kesejahteraan Warga

Sebarkan artikel ini

FaktualSumsel.id, Musi Rawas – Rangkaian Reses Masa Sidang VI Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VIII yang berlangsung pada 3–10 Juli 2026 kembali menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat. Kali ini, kegiatan reses digelar di Desa Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas.

Rombongan reses dipimpin oleh Koordinator Reses M. Al-Amin, S.Si dari Fraksi Partai Golkar, bersama H. Toyeb Rakembang, S.Ag dari Fraksi PAN, Rica Novlianty, S.SIT. dari Fraksi Partai Gerindra, dan Bembi Perdana, S.T. dari Fraksi PKS.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, masyarakat menyampaikan beragam aspirasi yang didominasi kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan keselamatan pengguna jalan, hingga dukungan terhadap kegiatan kepemudaan dan sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga.

Pemangku Adat Desa Srikaton, A. Hamid, mengusulkan agar pemerintah memberikan bantuan dana bagi Karang Taruna. Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjadi mitra pemerintah desa dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat. Namun keterbatasan anggaran selama ini membuat berbagai program kepemudaan belum dapat berjalan maksimal.

Sementara itu, Ketua RT 17, Adi Astra D., menyampaikan kondisi lingkungan permukiman yang hingga kini belum memiliki sistem drainase yang memadai. Ia berharap pembangunan saluran pembuangan air di RT 17 dapat segera direalisasikan guna mengatasi genangan air saat musim hujan yang berpotensi merusak jalan lingkungan, mengganggu aktivitas warga, bahkan menimbulkan persoalan kesehatan akibat buruknya sanitasi.

Tokoh masyarakat Nasib Susilo juga menyampaikan sejumlah usulan prioritas. Ia meminta adanya pemasangan lampu penerangan jalan umum di kawasan pusat Kecamatan Tugumulyo, khususnya sepanjang kawasan Pasar Satu Kilo yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Minimnya penerangan dinilai mengurangi kenyamanan dan keamanan masyarakat, terutama pada malam hari.

Selain itu, Nasib juga mengusulkan pembangunan batu talud di sepanjang Jalan Kartini sebagai penahan badan jalan yang berbatasan langsung dengan saluran irigasi. Menurutnya, kondisi jalan tersebut semakin rawan karena volume kendaraan terus meningkat, sementara struktur jalan relatif sempit sehingga membutuhkan penguatan tebing jalan agar tidak mengalami longsor maupun kerusakan yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Aspirasi serupa juga disampaikan Ketua RT 03, Yusuf, yang meminta penambahan sekitar 10 unit lampu penerangan jalan di kawasan Jalan Hanura. Menurutnya, penerangan yang memadai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan keamanan lingkungan serta mendukung aktivitas masyarakat pada malam hari.

Tidak hanya itu, Yusuf juga mengusulkan pembangunan jalan lingkar desa yang menghubungkan RT 13 dan RT 14. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut harus disertai pekerjaan talud serta penimbunan badan jalan agar dapat dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian. Selama ini para petani masih bergantung pada Jalan Kartini yang memiliki lebar terbatas sehingga sering menyulitkan mobilitas kendaraan saat musim panen.

Ia juga meminta pemerintah melakukan pengaspalan jalan di sekitar Lapangan Srikaton sekaligus memasang lampu penerangan di kawasan tersebut agar dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai pusat kegiatan olahraga, sosial, dan kemasyarakatan dengan lebih aman dan nyaman, terutama pada malam hari.

Masih dalam upaya meningkatkan pelayanan publik, Yusuf turut mengusulkan pemasangan lampu jalan tenaga surya di titik-titik strategis, khususnya di Simpang Tiga Jalan Kartini depan Pasar B. Srikaton, mengingat lokasi tersebut merupakan jalur yang ramai dilalui masyarakat setiap hari.

Di sektor pemberdayaan ekonomi, masyarakat juga berharap adanya bantuan bibit ayam potong dan bebek potong bagi kelompok masyarakat maupun peternak. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan melalui pengembangan usaha peternakan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Koordinator Reses M. Al-Amin, S.Si menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat telah dicatat sebagai bahan pokok hasil reses dan akan diperjuangkan sesuai mekanisme perencanaan pembangunan daerah.

“Reses merupakan momentum bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Berbagai usulan yang disampaikan hari ini, mulai dari pembangunan drainase, jalan lingkar desa, talud, penerangan jalan umum, hingga dukungan terhadap kepemudaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, merupakan kebutuhan riil yang harus menjadi perhatian pemerintah. Seluruh aspirasi ini akan kami kawal dan perjuangkan agar dapat masuk dalam pembahasan program pembangunan sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun melalui sinergi dengan pemerintah kabupaten. Kami ingin pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” ujarnya.

Reses Masa Sidang VI DPRD Provinsi Sumatera Selatan tersebut diharapkan menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Srikaton dan wilayah sekitarnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *