FaktualSumsel.id, PALI – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kota Prabumulih, Dwi Septaria, S.E. dari Fraksi Partai Gerindra, melaksanakan kegiatan Reses Perorangan Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 di Desa Sukadamai, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan reses yang berlangsung dalam rangkaian masa sidang pada 3–10 Juli 2026 tersebut dihadiri Camat Talang Ubi, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP PKK Desa, Majelis Taklim, serta masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan prioritas di desa.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, masyarakat menegaskan bahwa persoalan infrastruktur masih menjadi kebutuhan paling mendesak. Suwandi, mewakili warga Desa Sukadamai, menyampaikan harapan agar pemerintah segera melakukan perbaikan jalan desa yang selama ini menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas, mengangkut hasil pertanian, serta menunjang kegiatan ekonomi. Selain itu, warga juga mengusulkan pengadaan mobil ambulans desa agar pelayanan kesehatan dan penanganan keadaan darurat dapat dilakukan lebih cepat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan.
Di bidang keagamaan, Herban mengusulkan renovasi Masjid Nurul Iman sebagai pusat kegiatan ibadah dan pembinaan masyarakat. Menurutnya, kondisi bangunan masjid memerlukan perbaikan agar jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman sekaligus mendukung berbagai aktivitas keagamaan yang rutin dilaksanakan.

Aspirasi juga datang dari Tim Penggerak PKK Desa Sukadamai. Rusmala Dewi mengusulkan bantuan peralatan penunjang kegiatan PKK berupa kompor berukuran besar, perlengkapan prasmanan, termos air panas berkapasitas besar, serta seragam olahraga bagi anggota PKK. Peralatan tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pelatihan, pembinaan keluarga, maupun kegiatan kemasyarakatan yang selama ini dilakukan secara swadaya.
Sementara itu, pihak SD Negeri 23 Sukadamai mengajukan usulan renovasi ruang belajar yang mulai mengalami kerusakan. Perbaikan fasilitas pendidikan dinilai penting agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di desa.
Dari sektor kesehatan, tenaga kesehatan Teti menyampaikan perlunya renovasi bangunan Polindes, khususnya pembangunan septic tank untuk fasilitas toilet yang hingga kini belum tersedia. Menurutnya, kelengkapan sarana sanitasi merupakan kebutuhan mendasar dalam menunjang pelayanan kesehatan masyarakat yang layak dan memenuhi standar kebersihan.
Majelis Taklim Desa Sukadamai juga mengusulkan bantuan alat rebana beserta seragam bagi anggota pengajian sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan keagamaan dan pelestarian kegiatan syiar Islam di tengah masyarakat.
Tidak hanya itu, kader Posyandu mengharapkan adanya bantuan perlengkapan Posyandu berupa ranjang pemeriksaan, tirai, kursi, serta printer guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta mendukung administrasi pelayanan di Posyandu.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Dwi Septaria menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi perhatian serius dan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD Provinsi Sumatera Selatan sesuai dengan kewenangan dan skala prioritas pembangunan.
“Reses merupakan momentum penting bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini sangat konkret dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan, sarana ibadah, hingga pemberdayaan perempuan dan pelayanan Posyandu. Seluruh usulan ini akan kami kawal dan perjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan pemerintah sesuai kewenangan yang ada,” ujar Dwi Septaria.
Ia menambahkan, pembangunan daerah harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Menurutnya, kualitas pelayanan publik akan semakin baik apabila fasilitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kegiatan sosial kemasyarakatan mendapatkan dukungan yang memadai.

“Kami ingin setiap aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai catatan reses semata, tetapi benar-benar menjadi bahan perjuangan dalam penyusunan program pembangunan. Karena itu, saya berkomitmen mengawal setiap usulan yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat Desa Sukadamai agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran pemerintah,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses tersebut diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara masyarakat dan wakil rakyat, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara langsung dan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Adv)













