Palembang, faktualsumsel.id – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Griya Agung Palembang, Senin (3/8/2026), tidak sekadar menjadi ajang perayaan bagi ratusan anak. Melalui momentum tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempertegas komitmennya memperkuat perlindungan anak melalui kampanye pencegahan perundungan (bullying), edukasi anti kekerasan, serta kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.
Sekitar 600 peserta yang terdiri atas anak-anak dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA, organisasi pemerhati anak, panti asuhan, serta perwakilan Forum Anak dari kabupaten dan kota se-Sumsel memadati Griya Agung. Berbagai penampilan seni, permainan edukatif, hingga fashion show yang melibatkan anak berkebutuhan khusus menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan menunjukkan potensi terbaiknya.
Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru mengatakan, Hari Anak Nasional harus menjadi momentum memperkuat perhatian seluruh elemen masyarakat terhadap masa depan anak. Menurutnya, anak-anak yang saat ini masih berada di bangku sekolah merupakan generasi yang akan mengisi berbagai sektor pembangunan saat Indonesia memasuki era Indonesia Emas 2045.
“Kita ingin anak-anak bahagia, bukan hanya saat mengikuti kegiatan Hari Anak Nasional, tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang,” ujar Herman Deru.
Ia menegaskan bahwa perlindungan anak tidak hanya berarti melindungi mereka dari kekerasan fisik, tetapi juga memastikan anak memperoleh pendidikan yang baik, pembinaan karakter, serta ruang untuk mengembangkan bakat dan kreativitas.
Menurut Herman Deru, keluarga tetap menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak. Orang tua diharapkan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, akhlak, dan mental yang kuat agar anak siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Sumsel, Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si., mengatakan rangkaian Hari Anak Nasional tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak.
Salah satu fokus utama adalah edukasi mengenai pencegahan bullying dan kekerasan terhadap anak yang dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kota Palembang. Kegiatan tersebut menyasar siswa, guru, dan lingkungan sekolah agar bersama-sama menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
“Anak adalah karunia sekaligus amanah yang harus kita jaga bersama. Mereka harus mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Zaki.
Selain edukasi di sekolah, DPPPA Sumsel juga menggelar berbagai kegiatan sosial dan kreatif, seperti kunjungan ke panti asuhan, kolaborasi bersama Dharma Wanita Persatuan, lomba video pendek bertema pencegahan kekerasan terhadap anak, lomba melukis, senam sapa, hingga berbagai aktivitas yang melibatkan sekitar 100 anak.
Menurut Zaki, keberhasilan perlindungan anak tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial, media massa, hingga seluruh pemangku kepentingan agar setiap anak memperoleh haknya secara optimal.
Peringatan HAN 2026 di Sumsel mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari berbagai mitra, di antaranya Bank Sumsel Babel, Bank Indonesia, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Penerbit Erlangga, Baznas Provinsi Sumsel, serta sejumlah pihak lainnya.
Melalui peringatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumsel berharap kesadaran masyarakat terhadap perlindungan anak terus meningkat, sehingga setiap anak dapat tumbuh di lingkungan yang aman, inklusif, bebas dari kekerasan, sekaligus memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.












