Sumatera Selatan

Dwi Septaria Serap Aspirasi Warga Muaradua, Infrastruktur, UMKM dan Sarana Keagamaan Jadi Prioritas

9
×

Dwi Septaria Serap Aspirasi Warga Muaradua, Infrastruktur, UMKM dan Sarana Keagamaan Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

FaktualSumsel.id, PALI – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel VI yang meliputi Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kota Prabumulih, Dwi Septaria, S.E. dari Fraksi Partai Gerindra, terus menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan Reses Perorangan Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada 3–10 Juli 2026.

Pada Rabu (8/7/2026), Dwi Septaria melaksanakan reses di Desa Muaradua, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI. Pertemuan tersebut dihadiri Camat, kepala desa dan lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah, serta berbagai unsur masyarakat yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, masyarakat menyampaikan berbagai usulan yang dinilai mendesak, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan UMKM, hingga penyediaan sarana pendukung kegiatan keagamaan.

Yenti selaku Anggota PKK Pokja II Desa Muaradua mengusulkan bantuan peralatan bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Menurutnya, pelaku usaha rumah tangga masih memiliki keterbatasan peralatan produksi sehingga kapasitas dan kualitas produk belum mampu berkembang secara optimal.

Ia mengharapkan adanya bantuan berupa mesin pembuat keripik, kompor mata seribu, alat press kemasan produk, hingga alat peniris atau pengering minyak. Peralatan tersebut diyakini akan meningkatkan produktivitas, menghasilkan produk yang lebih higienis, memperpanjang daya simpan, sekaligus meningkatkan nilai jual sehingga mampu memperkuat ekonomi keluarga dan membuka peluang usaha yang lebih luas bagi kaum perempuan di desa.

Sementara itu, Muslim mewakili masyarakat menyampaikan keluhan mengenai kondisi ruas jalan menuju jalur Muaradua–Jalan Gelumbang yang mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Menurutnya, kondisi tersebut menghambat mobilitas masyarakat, aktivitas perekonomian, distribusi hasil pertanian, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan dana untuk pengadaan keranda pemandian jenazah di masjid. Fasilitas tersebut dinilai sangat dibutuhkan sebagai sarana pelayanan sosial dan keagamaan agar proses pengurusan jenazah dapat dilakukan dengan lebih layak serta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Aspirasi lainnya disampaikan oleh pengurus Majelis Taklim Nurul Huda yang mengharapkan bantuan alat rebana beserta perangkat pengeras suara. Menurut mereka, fasilitas tersebut akan menunjang kegiatan pengajian, pembinaan keagamaan, serta memperkuat syiar Islam dan aktivitas majelis taklim yang selama ini menjadi wadah pembinaan masyarakat.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Dwi Septaria menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat merupakan amanah yang akan dibawa dan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD Provinsi Sumatera Selatan sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang berlaku.

“Reses bukan sekadar agenda formal anggota DPRD, tetapi menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Seluruh usulan yang disampaikan hari ini, baik terkait perbaikan infrastruktur jalan, penguatan UMKM melalui bantuan peralatan, maupun kebutuhan sarana keagamaan dan sosial, akan kami inventarisasi dan perjuangkan agar dapat menjadi prioritas dalam program pembangunan pemerintah daerah,” ujar Dwi Septaria.

Ia menambahkan bahwa pembangunan harus berjalan secara seimbang, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat serta memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan.

“Kelompok UP2K memiliki peran besar dalam meningkatkan pendapatan keluarga sehingga sudah selayaknya mendapatkan dukungan peralatan yang memadai. Begitu pula infrastruktur jalan yang baik akan memperlancar aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Sementara kebutuhan sarana ibadah dan pelayanan sosial merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Seluruh aspirasi ini akan kami kawal dan koordinasikan dengan pemerintah provinsi maupun instansi terkait agar dapat direalisasikan sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran,” tegasnya.

Melalui kegiatan reses tersebut, Dwi Septaria berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjalin dengan baik sehingga setiap program pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan serta memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga. (Adv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *