FaktualSumsel.id, Lubuk Linggau – Reses Masa Sidang VI DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VIII melaksanakan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat di Perumahan Puri Athena Sejahtera RT 08, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Kota Lubuk Linggau, dalam rangkaian reses yang berlangsung pada 3–10 Juli 2026.
Kegiatan reses dipimpin oleh Koordinator Reses M. Al-Amin, S.Si. dari Fraksi Partai Golkar, bersama H. Toyeb Rakembang, S.Ag. dari Fraksi PAN, Rica Novlianty, S.SIT. dari Fraksi Partai Gerindra, serta Bembi Perdana, S.T. dari Fraksi PKS.

Pertemuan berlangsung penuh antusias. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, terutama menyangkut pembangunan infrastruktur dasar, fasilitas umum, penerangan jalan, penanggulangan banjir, hingga kebutuhan sarana sosial kemasyarakatan.
Salah seorang warga, Heri Mutianto, menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak di lingkungan Perumahan Puri Athena Sejahtera adalah pemasangan lampu penerangan jalan di sejumlah titik yang hingga kini masih minim pencahayaan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat pada malam hari sekaligus meningkatkan risiko tindak kriminal maupun kecelakaan.
Selain itu, Heri juga meminta adanya pengecoran lapangan fasilitas umum (pasum) yang selama ini menjadi pusat kegiatan warga. Menurutnya, setiap kali hujan turun, lapangan tersebut tergenang air sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, keagamaan, maupun kegiatan sosial masyarakat. Ia juga mengusulkan perbaikan tiang listrik beton yang sudah miring karena dinilai membahayakan keselamatan warga serta berharap adanya bantuan perlengkapan organisasi warga agar berbagai kegiatan kemasyarakatan dapat berjalan lebih baik.

Aspirasi serupa disampaikan Eby G. Ade yang mengusulkan pembangunan talud sepanjang sekitar 500 meter guna mengantisipasi longsor dan genangan air di lingkungan RT 08. Ia juga mengharapkan pembangunan jalan setapak sepanjang 150 meter untuk mempermudah mobilitas warga, khususnya saat musim hujan ketika akses jalan menjadi licin dan sulit dilalui.
Sementara itu, Ketua RT 08, Awi Anang, menyampaikan sejumlah usulan strategis yang menjadi kebutuhan bersama masyarakat. Ia menekankan pentingnya pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) bagi warga Kelurahan Muara Enim. Menurutnya, lahan seluas sekitar dua hektare telah tersedia dan dapat direalisasikan apabila mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah.
Selain TPU, Awi juga mengusulkan pemasangan sedikitnya 20 titik lampu jalan yang akan dibagi di kawasan Puri Athena, Perumahan Madani, akses menuju TPU, Jalan Matadin beserta pembangunan tiang dan jaringan listriknya.
Usulan lainnya meliputi pembangunan semi talud sepanjang 600 meter, pengecoran lantai fasilitas umum di kawasan Puri Athena, serta normalisasi jalan sepanjang kurang lebih 150 meter guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Di bidang keagamaan, Asin Raya mengharapkan adanya bantuan mikrofon untuk Musala Baitul Jannah agar kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Sedangkan Febri kembali menegaskan pentingnya pembangunan lampu jalan, pengecoran lapangan voli yang merupakan fasilitas umum sekaligus pusat aktivitas masyarakat, pembangunan talud sepanjang 600 meter, serta bantuan sound system berikut perlengkapan tenda dan kursi untuk menunjang berbagai kegiatan sosial, keagamaan, maupun kemasyarakatan di lingkungan Perumahan Puri Athena Sejahtera.

Mewakili masyarakat, para penyampai aspirasi berharap seluruh usulan tersebut tidak hanya menjadi catatan administrasi, tetapi dapat diperjuangkan hingga terealisasi dalam program pembangunan pemerintah. Mereka menilai kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung terhadap keselamatan, kenyamanan, kualitas lingkungan, serta peningkatan aktivitas sosial masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut,
Koordinator Reses M. Al-Amin, S.Si. menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat telah dicatat secara lengkap sebagai bahan pembahasan di DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Menurutnya, reses merupakan sarana konstitusional bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sehingga setiap aspirasi memiliki peluang untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan skala prioritas pembangunan daerah.
“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini merupakan kebutuhan nyata yang kami lihat langsung di lapangan. Mulai dari penerangan jalan, pembangunan talud, normalisasi jalan, pengecoran fasilitas umum, hingga pengadaan TPU dan sarana sosial kemasyarakatan merupakan kebutuhan yang memiliki manfaat luas bagi masyarakat. Kami akan mengawal seluruh usulan ini agar dapat dibahas bersama pemerintah daerah sesuai mekanisme perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga melalui partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan kebutuhan yang benar-benar menjadi prioritas di lingkungannya.
Senada dengan itu, anggota Tim Reses Dapil VIII menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Kota Lubuk Linggau agar memperoleh perhatian dalam penyusunan program pembangunan Provinsi Sumatera Selatan. Mereka berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat menghasilkan pembangunan yang lebih merata, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Kegiatan reses ditutup dengan dialog interaktif antara masyarakat dan anggota DPRD, sekaligus peninjauan singkat terhadap sejumlah lokasi yang diusulkan warga sebagai prioritas pembangunan di lingkungan Perumahan Puri Athena Sejahtera RT 08. (Adv)













