Pendidikan

Disdik Sumsel: FLS3N Bukan Sekadar Lomba, tetapi Wadah Membentuk Karakter Generasi Muda

5
×

Disdik Sumsel: FLS3N Bukan Sekadar Lomba, tetapi Wadah Membentuk Karakter Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, faktualsumsel.id – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat bagi pelajar, tetapi juga menjadi media strategis dalam membentuk karakter generasi muda melalui seni dan sastra. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., saat membuka FLS3N Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di SMA Negeri Sumatera Selatan, Kamis (23/7/2026).

Mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, FLS3N tahun ini diikuti para pelajar terbaik dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Mereka berkompetisi pada berbagai cabang seni dan sastra untuk memperebutkan kesempatan menjadi wakil Sumatera Selatan pada FLS3N tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Mondyaboni menegaskan bahwa FLS3N memiliki makna yang lebih besar dibandingkan sekadar perlombaan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan potensi peserta didik secara utuh, baik dari sisi kreativitas, karakter, maupun kecintaan terhadap budaya bangsa.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini juga menandai perubahan penting, yakni bergantinya nama Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) menjadi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Perubahan tersebut dilakukan karena adanya penambahan cabang sastra sebagai bagian dari kompetisi nasional.

“Penambahan unsur sastra menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan ruang yang lebih luas kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat, kreativitas, kemampuan berekspresi, sekaligus memperkuat karakter melalui seni dan sastra,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd

Mondyaboni berharap seluruh peserta tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar, memperluas pengalaman, membangun sportivitas, dan menghargai keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.

“Siapa pun yang nantinya menjadi juara merupakan putra-putri terbaik Sumatera Selatan. Mereka diharapkan mampu mengharumkan nama daerah sekaligus menjadi generasi yang mencintai seni, sastra, dan budaya bangsa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Basuni, S.Pd., M.M., M.Pd., mengatakan FLS3N merupakan salah satu program strategis dalam pembinaan peserta didik di jenjang SMA. Melalui ajang ini, siswa tidak hanya didorong untuk meraih prestasi, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas, mengekspresikan diri, serta memperkuat kecintaan terhadap seni, sastra, dan budaya daerah.

Menurut Basuni, FLS3N menjadi wadah bagi sekolah untuk mengidentifikasi sekaligus membina talenta-talenta terbaik yang dimiliki setiap kabupaten dan kota di Sumatera Selatan agar mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi sportivitas dan percaya diri. Menang atau kalah bukan tujuan utama, tetapi bagaimana mereka mampu menunjukkan karakter, kreativitas, dan semangat melestarikan seni serta budaya daerah. Mereka yang terpilih nantinya akan menjadi wajah Sumatera Selatan di FLS3N tingkat nasional, sehingga diharapkan dapat memberikan prestasi terbaik sekaligus membawa nilai-nilai budaya daerah ke panggung nasional,” ujar Basuni.

Ketua Panitia FLS3N Tingkat Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Ketua MKKS SMA Provinsi Sumatera Selatan, Drs. Sugiyono, M.M., menjelaskan bahwa pelaksanaan FLS3N tahun ini dipusatkan di SMA Negeri Sumatera Selatan dengan dukungan beberapa lokasi perlombaan lainnya, yakni SMK Negeri 3 Palembang, SMA Negeri 1 Palembang, dan SMK Negeri 5 Palembang.

Menurutnya, terdapat 16 cabang lomba yang dilaksanakan secara luring maupun daring sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan. Seluruh proses penilaian dilakukan secara profesional oleh dewan juri yang dipimpin Misral, S.Sn., M.Sn., dengan mengedepankan prinsip objektivitas, kejujuran, sportivitas, dan keadilan.

“Kami ingin mendapatkan peserta terbaik yang nantinya benar-benar layak menjadi duta Sumatera Selatan di tingkat nasional. Selain berprestasi, mereka juga diharapkan mampu membawa nilai-nilai seni dan budaya daerah ke panggung nasional,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan, Iswan Djati Kusuma, S.Pd., M.Si., mengaku bangga sekolahnya dipercaya menjadi pusat penyelenggaraan FLS3N Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026. Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, MKKS SMA dan SMK, serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama pelaksanaan FLS3N. Harapan kami, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan peserta-peserta terbaik yang akan membawa nama harum Sumatera Selatan di tingkat nasional,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *