Pendidikan

Tak Ada Prestasi Instan, Dua Tahun Pembinaan Antarkan Siswi SMKN 6 Palembang Raih Emas dan Perak LKS Nasional

11
×

Tak Ada Prestasi Instan, Dua Tahun Pembinaan Antarkan Siswi SMKN 6 Palembang Raih Emas dan Perak LKS Nasional

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, faktualsumsel.id – Di balik keberhasilan dua siswi SMK Negeri 6 Palembang meraih medali emas dan perak pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026, tersimpan proses pembinaan panjang yang telah dipersiapkan jauh sebelum kompetisi digelar. Bagi SMKN 6 Palembang, prestasi bukanlah hasil kerja instan, melainkan buah dari latihan berkelanjutan, disiplin, dan kolaborasi antara sekolah, guru, serta orang tua.

Dua siswi yang mengharumkan nama Sumatera Selatan tersebut adalah Ainiyyah Lalita yang berhasil meraih medali emas sekaligus juara pertama pada kategori Beauty Therapy, serta Ayu Andira yang meraih medali perak atau juara kedua pada kategori Hair Dressing.

Kepala SMKN 6 Palembang, Seriyani, S.Pd., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sistem pembinaan yang telah menjadi budaya di sekolah. Setiap siswa yang memiliki potensi sudah mulai dipetakan sejak memasuki kelas X, kemudian dibimbing secara intensif hingga siap mengikuti kompetisi tingkat nasional.

“Prestasi itu tidak datang secara tiba-tiba. Sejak anak-anak masuk kelas X, guru sudah mulai melihat potensi mereka, melakukan seleksi, lalu memberikan pembinaan secara berkelanjutan. Mereka yang saat ini masih kelas X bahkan dipersiapkan untuk mengikuti LKS dua tahun mendatang,” ujar Seriyani.

Menurutnya, persaingan pada LKS Nasional sangat ketat karena diikuti peserta-peserta terbaik dari seluruh Indonesia. Oleh karena itu, sekolah tidak mungkin menyiapkan peserta hanya dalam hitungan bulan.

“Kalau hanya latihan satu tahun tentu tidak cukup. Anak-anak harus dibentuk mentalnya, keterampilannya, dan daya saingnya sejak dini. Semua dilakukan secara bertahap agar ketika tampil di tingkat nasional mereka benar-benar siap bersaing,” katanya.

Selain mendapatkan pembinaan rutin di sekolah, para peserta juga mengikuti latihan tambahan dengan berbagai simulasi kompetisi. Bahkan, sekolah membawa siswa berlatih ke luar daerah untuk memperkaya pengalaman dan meningkatkan kemampuan teknis sesuai standar industri.

Seriyani menjelaskan, seluruh proses pembinaan dilakukan dengan dukungan penuh sekolah. Dana komite dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dibiayai melalui Dana BOS, seperti penyediaan bahan praktik, alat kompetisi, hingga pelatihan khusus.

“Kami berusaha memberikan fasilitas terbaik bagi anak-anak. Orang tua tidak kami bebani biaya tambahan karena sekolah mengupayakan seluruh kebutuhan pembinaan dapat terpenuhi. Semua kami lakukan agar mereka bisa fokus berlatih dan memberikan hasil terbaik,” jelasnya.

Tak hanya mengasah keterampilan vokasi, SMKN 6 Palembang juga menanamkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama. Menurut Seriyani, siswa yang sukses bukan hanya yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga berintegritas, disiplin, serta memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat.

Karena itu, sekolah rutin memberikan motivasi kepada siswa melalui berbagai kegiatan pembinaan. Program keagamaan seperti pembelajaran membaca Al-Qur’an hingga hafalan Juz 30 juga menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

“Kami ingin anak-anak menjadi pribadi yang utuh. Kompetensi harus berjalan seiring dengan karakter dan akhlak. Itulah bekal mereka ketika nanti memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan,” katanya.

Keberhasilan pembinaan tersebut kembali dibuktikan melalui prestasi Ainiyyah Lalita yang berhasil meraih medali emas kategori Beauty Therapy. Ia mengaku perjuangan selama mengikuti proses latihan yang panjang akhirnya membuahkan hasil membanggakan.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan bahagia. Awalnya saya gugup dan takut mengecewakan banyak orang, tetapi akhirnya Allah memberikan hasil terbaik dengan meraih medali emas,” ungkap Ainiyyah.

Hal senada disampaikan Ayu Andira yang meraih medali perak pada kategori Hair Dressing. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari latihan yang konsisten, dukungan para guru, dan doa orang tua.

“Alhamdulillah saya berhasil menjadi juara dua tingkat nasional. Semua ini berkat latihan yang panjang, dukungan sekolah, guru, dan keluarga. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman lainnya untuk terus berjuang,” ujarnya.

Bagi SMKN 6 Palembang, raihan emas dan perak pada LKS Nasional 2026 bukanlah akhir dari perjuangan. Sekolah terus menyiapkan generasi berikutnya melalui sistem pembinaan berjenjang agar tradisi prestasi tetap terjaga. Dengan prinsip bahwa tidak ada keberhasilan yang diraih secara instan, sekolah optimistis mampu melahirkan lebih banyak talenta vokasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.