Pendidikan

Pramuka Turun ke Sawah, SMAN 1 Pemulutan Cetak Petani Muda

13
×

Pramuka Turun ke Sawah, SMAN 1 Pemulutan Cetak Petani Muda

Sebarkan artikel ini

PEMULUTAN, faktualsumsel.id — Seragam Pramuka tak hanya dikenakan untuk kegiatan di lapangan. Di SMAN 1 Pemulutan, para siswa justru turun langsung ke sawah dan ikut memanen padi sebagai bagian dari upaya sekolah mengenalkan dunia pertanian sekaligus menumbuhkan generasi muda yang peduli terhadap ketahanan pangan.

Ratusan siswa dan guru SMAN 1 Pemulutan mengikuti aksi panen padi bersama di lahan pertanian sekolah, Rabu (26/8/2026). Mengenakan seragam Pramuka lengkap dan topi caping tradisional, para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari gerakan Mandiri Pangan Go to School Sumatera Selatan.

Bagi sekolah, kegiatan tersebut bukan sekadar memanen hasil pertanian. Aksi turun ke sawah menjadi pembelajaran langsung agar siswa memahami proses produksi pangan dan mengenal lebih dekat profesi petani.

Kepala SMAN 1 Pemulutan, Dra. Hj. Ema Nurnisya Putri, M.M., mengatakan sekolah berupaya memberikan pengalaman nyata kepada siswa agar mereka tidak hanya memahami pertanian melalui teori, tetapi juga merasakan langsung aktivitas di lapangan.

“Anak-anak perlu dikenalkan dengan pertanian sejak dini. Mereka harus tahu bagaimana proses pangan yang mereka konsumsi setiap hari dihasilkan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan pertanian juga menjadi sarana membangun karakter, terutama sikap gotong royong, kemandirian, kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui program tersebut, SMAN 1 Pemulutan berharap dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap sektor pertanian. Sekolah ingin menunjukkan bahwa pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi memiliki peran strategis dalam menjamin ketahanan pangan dan masa depan bangsa.

“Harapannya, dari sekolah ini lahir generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya pangan, tetapi juga tertarik untuk mengembangkan sektor pertanian,” tambahnya.

Semangat Pramuka yang identik dengan kemandirian dan gotong royong pun diwujudkan melalui aktivitas nyata di lahan pertanian. Dari sawah sekolah, SMAN 1 Pemulutan mencoba menanamkan pesan bahwa mencetak petani muda dan menjaga ketahanan pangan dapat dimulai dari bangku sekolah.