PALEMBANG, faktualsumsel.id – SMA Negeri 13 Palembang menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Tak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, MPLS tahun ini juga difokuskan pada penguatan karakter, kedisiplinan, serta pencegahan berbagai persoalan remaja melalui kolaborasi dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Polrestabes Palembang.
Sebanyak 480 siswa baru mengikuti MPLS yang berlangsung selama lima hari, 13–17 Juli 2026. Mereka merupakan peserta didik yang berhasil lolos seleksi dari total 1.158 pendaftar.
Kepala SMAN 13 Palembang, H. Ridwan Nawawi, S.Ag., M.Si., mengatakan, sekolah sengaja melibatkan berbagai instansi sebagai upaya memberikan bekal kepada siswa sejak awal memasuki jenjang pendidikan SMA.
Menurutnya, MPLS saat ini bukan lagi sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi momentum membangun karakter peserta didik agar memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menghadapi tantangan di era digital.
“Melalui MPLS ini kami ingin membentuk karakter siswa. Karena itu kami menggandeng TNI AU untuk memberikan materi pembentukan karakter dan kedisiplinan, sementara Polrestabes Palembang memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, judi online, serta kenakalan remaja,” ujarnya.
Selain materi dari TNI AU dan Polri, siswa juga mendapatkan pembekalan dari guru Bimbingan dan Konseling (BK) mengenai pencegahan bullying, etika pergaulan, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Ridwan menegaskan, seluruh rangkaian MPLS di SMAN 13 Palembang dilaksanakan dengan konsep MPLS Ramah Anak, tanpa adanya praktik perpeloncoan maupun kegiatan yang bersifat kekerasan.
Ia juga mengingatkan para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar di SMAN 13 Palembang dengan sebaik-baiknya mengingat tingginya persaingan untuk masuk ke sekolah tersebut.
“Dari 1.158 pendaftar, hanya 480 siswa yang diterima. Ini adalah kesempatan yang harus disyukuri dengan belajar sungguh-sungguh, disiplin, dan terus berprestasi. Kesuksesan ditentukan oleh usaha, bukan semata-mata di mana kita bersekolah,” katanya.
Untuk membangun budaya positif sejak hari pertama, sekolah menerapkan berbagai pembiasaan melalui program Pagi Ceria, seperti senam bersama, sarapan bersama bagi siswa yang belum sempat makan di rumah, serta penerapan tujuh kebiasaan anak hebat.
Sebagai bentuk sinergi dengan keluarga, pihak sekolah juga mengundang orang tua siswa baru pada hari pertama MPLS. Orang tua diberikan penjelasan mengenai program sekolah, jadwal kegiatan, hingga pola pembinaan yang akan diterapkan selama anak mengikuti pendidikan di SMAN 13 Palembang.
Di sisi lain, pelaksanaan tahun ajaran baru berlangsung di tengah proses renovasi sejumlah gedung sekolah. Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal, sekolah menerapkan penyesuaian jadwal. Siswa kelas XII tetap masuk pagi, kelas XI sementara belajar siang selama proses renovasi, sedangkan siswa kelas X mengikuti kegiatan MPLS pada sesi pagi.
Rangkaian MPLS dijadwalkan ditutup pada 17 Juli 2026 dengan penampilan 13 ekstrakurikuler unggulan SMAN 13 Palembang sebagai ajang promosi kepada peserta didik baru.
Salah satu ekstrakurikuler yang menjadi kebanggaan sekolah adalah Paskibraka. Tahun ini, tiga siswa SMAN 13 Palembang berhasil lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat Kota Palembang dan akan mengikuti masa karantina pada awal Agustus mendatang.
Melalui pelaksanaan MPLS yang mengedepankan kolaborasi, pembentukan karakter, serta keterlibatan orang tua, SMAN 13 Palembang berharap mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan kepedulian sosial yang tinggi.













