FaktualSumsel.id, Musi Rawas – Persoalan infrastruktur jalan, sektor pertanian, irigasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga dalam kegiatan Reses Masa Sidang VI Tahun 2026 Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Daerah Pemilihan (Dapil) VIII di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Tugumulyo, yang berlangsung dalam rangkaian reses pada 3–10 Juli 2026.
Kegiatan reses dipimpin oleh M. Al-Amin, S.Si selaku Koordinator Reses dari Fraksi Partai Golkar bersama anggota DPRD Dapil VIII lainnya, yakni H. Toyeb Rakembang, S.Ag dari Fraksi PAN, Rica Novlianty, S.SIT. dari Fraksi Partai Gerindra, serta Bembi Perdana, S.T. dari Fraksi PKS.

Forum dialog berlangsung penuh antusias. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, mulai dari kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan peternakan, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan perangkat desa dan lembaga keagamaan.
Ketua BPD Desa Tegal Rejo, Suwito, menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk memperbanyak bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) bagi kelompok tani di Kabupaten Musi Rawas.

Menurutnya, keterbatasan peralatan modern membuat proses pengolahan lahan masih mengandalkan cara konvensional sehingga produktivitas petani belum maksimal. Penambahan bantuan Alsintan diyakini mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, mempercepat masa tanam dan panen, serta berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Sementara itu, Subahan, Ketua BPD Desa Siti Harjo, menyoroti kondisi saluran irigasi primer yang dipenuhi sedimentasi dan sampah. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Musi Rawas segera melakukan normalisasi saluran irigasi secara berkala.
Menurutnya, irigasi yang tidak berfungsi optimal menyebabkan distribusi air ke lahan persawahan terganggu sehingga berpotensi menurunkan hasil panen petani. Selain itu, tumpukan sampah di saluran irigasi juga menjadi penyebab banjir saat musim hujan dan mengganggu kebersihan lingkungan.
Aspirasi yang lebih luas disampaikan Sunarko dari Desa Trikaton, Kecamatan Tugumulyo. Ia menekankan bahwa kebutuhan petani tidak hanya sebatas perbaikan irigasi, tetapi juga bantuan bibit unggul, pupuk, obat-obatan pertanian, hingga alat pertanian yang memadai agar kelompok tani mampu meningkatkan hasil produksi.
Di bidang peternakan, masyarakat berharap adanya program pengadaan bibit sapi sebagai upaya meningkatkan populasi ternak dan mendukung ketahanan pangan daerah. Mengingat kebutuhan daging setiap tahun terus meningkat, program bantuan ternak dinilai akan memberikan tambahan sumber pendapatan bagi masyarakat.
Selain itu, warga juga meminta pemasangan lampu penerangan jalan umum serta penerangan menuju area pemakaman untuk meningkatkan keamanan masyarakat, khususnya pada malam hari.
Dalam sektor ekonomi kerakyatan, masyarakat berharap adanya dukungan nyata terhadap pelaku UMKM berupa bantuan mesin jahit bagi kelompok ibu-ibu penjahit, bantuan cup sealer, payung usaha bagi pedagang kecil, hingga berbagai peralatan penunjang usaha lainnya agar usaha mikro dapat berkembang dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Persoalan infrastruktur menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga. Masyarakat meminta perbaikan jalan rusak di berbagai titik, mulai dari ruas Jalan Tegal Rejo menuju F. Trikoyo, jalan di Dusun IV Tegal Rejo, Jalan Raya Tugumulyo yang dipenuhi lubang, akses menuju Pondok Pesantren dan MTs Muhammadiyah, hingga jalan lintas yang kerap tergenang banjir sehingga mengalami kerusakan cukup parah.
Warga mengaku kondisi jalan yang berlubang telah berkali-kali menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari maupun saat hujan turun. Mereka berharap pemerintah segera mengalokasikan anggaran perbaikan agar aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, dan mobilitas ekonomi tidak terus terganggu.
Tidak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan rehabilitasi jalan antara Masjid Baitul Hamid dan SMP Muhammadiyah, pembangunan lanjutan jalan Dusun IV yang menghubungkan ke Pasar B. Srikaton, renovasi Masjid Jamiul Subhur Dusun III Siti Harjo, bantuan satu set alat hadroh untuk mendukung syiar Islam, kelancaran bahkan peningkatan insentif perangkat desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga bantuan perlengkapan olahraga berupa 30 stel kostum sepak bola bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) di Desa Kalibening.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Koordinator Reses M. Al-Amin, S.Si menyampaikan bahwa seluruh usulan masyarakat telah dicatat secara rinci dan akan menjadi bagian dari pokok-pokok pikiran DPRD untuk diperjuangkan sesuai mekanisme perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, banyaknya usulan yang berkaitan dengan jalan, irigasi, pertanian, peternakan, dan pemberdayaan ekonomi menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar mereka.
“Kami hadir untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi, baik mengenai perbaikan jalan, normalisasi irigasi, bantuan Alsintan, pengembangan peternakan, dukungan bagi UMKM, hingga peningkatan fasilitas keagamaan dan olahraga akan kami kawal agar dapat dibahas bersama pemerintah daerah sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran. Reses bukan hanya agenda seremonial, tetapi menjadi sarana bagi kami memastikan suara masyarakat benar-benar diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan Kabupaten Musi Rawas,” ujar M. Al-Amin.
Ia menambahkan, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan agar setiap program pembangunan dapat tepat sasaran, memberikan manfaat nyata, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Dapil VIII.













