PALEMBANG, faktualsumsel.id – SMA Negeri 11 Palembang berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah menanamkan nilai-nilai karakter sekaligus membangun kedekatan emosional agar siswa merasa sekolah sebagai rumah kedua.
Kepala SMA Negeri 11 Palembang, Sunandar, S.Pd., M.Si., mengatakan tema MPLS Ramah yang diusung tahun ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang mendukung proses adaptasi peserta didik baru terhadap lingkungan sekolah.
“Komitmen kami adalah menjadikan sekolah ini sebagai rumah kedua yang ramah, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Kalau mereka merasa nyaman berada di sekolah, tentu mereka akan lebih semangat untuk belajar dan mengembangkan potensinya,” ujar Sunandar.
Selama lima hari pelaksanaan MPLS, peserta didik baru diperkenalkan dengan seluruh lingkungan sekolah, mulai dari ruang kepala sekolah, ruang guru, perpustakaan, ruang Bimbingan Konseling (BK), hingga berbagai fasilitas penunjang pembelajaran lainnya. Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan tata tertib sekolah, budaya belajar, serta pembiasaan positif yang menjadi ciri khas SMAN 11 Palembang.
Setiap pagi, kegiatan diawali dengan program Pagi Ceria yang diisi apel pagi, senam bersama, dan aktivitas pembangun semangat sebelum mengikuti pembelajaran. Menurut Sunandar, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membangun kebersamaan sekaligus menciptakan suasana sekolah yang lebih hangat bagi siswa baru.
Tak hanya itu, sekolah juga memberikan kesempatan kepada seluruh ekstrakurikuler untuk memperkenalkan diri melalui kegiatan demonstrasi dan promosi pada hari keempat MPLS. Berbagai organisasi siswa menampilkan kemampuan terbaik mereka sekaligus mengajak peserta didik baru bergabung sesuai minat dan bakat masing-masing.
Sunandar menegaskan, pendidikan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh aktivitas sekolah. Ia mengingatkan para guru agar selalu menyisipkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika kepada siswa sebelum memulai proses belajar mengajar.
“Setiap guru kami minta meluangkan waktu beberapa menit sebelum pembelajaran dimulai untuk memberikan nasihat dan penguatan karakter. Pendidikan tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter,” katanya.
Menurutnya, ketegasan dalam mendidik bukan berarti bersikap keras kepada siswa. Guru dituntut mampu membangun hubungan yang baik dengan peserta didik, namun tetap konsisten dalam menerapkan aturan yang telah disepakati bersama.
Selain pembiasaan disiplin melalui upacara rutin, guru piket, dan salat berjamaah, sekolah juga terus mengajak orang tua untuk berperan aktif dalam pendidikan anak. Sunandar menilai keberhasilan pendidikan hanya dapat tercapai apabila terdapat sinergi yang kuat antara keluarga dan sekolah.
“Pendidikan sesungguhnya dimulai dari rumah. Sekolah hadir sebagai mitra orang tua untuk membimbing dan mengantarkan anak-anak meraih cita-citanya. Karena itu, kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi kunci keberhasilan pendidikan,” jelasnya.
Ia berharap melalui pendekatan yang ramah dan humanis tersebut, peserta didik tidak hanya mampu meraih prestasi akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.













